Morale Guidance from Generals Daughter

Thursday, May 11, 2006


Foreword-..among things that father and mother have given us since our childhood are “pituduh” (moral guidance) and “wewaler” (prohibitions). Father has made the efforts to compile all those pituduh and wewaler ini a book, in the hope that especially his children will keep them in mind..


Eyang yg satu ini memang dahsyat nian,setelah 32 tahun negeri dongeng ini di sultani oleh beliau, sang pangeran-pangeran tampan putra sang sultan dan putri-putri cantik jelita sang sultan mengusai seluruh jagad perkongsian seluruh negeri dongeng, jangan tanyaken kekayaan sang sultan (mungkin setinggi merapi dan sedalam parangtritis), yang mengakibatkan negeri dongeng ini menjadi negeri melarat, rakyatnya susah makan, kelaparan dimana2, negeri yg katanya gemah ripah loh jinawi ini berubah menjadi negeri miskin dan tak tahu malu (kepribadian rakyatnya, padahal dulu diajarken P4).


Oke, saya mo cerita yg lain, Syahdan ketika sang eyang masih berkuasa sang putri sulung menelurkan kitab yg berisi filsafat-filsafat yg menggambarkan tata cara dan perilaku dinasti keluarga sang sultan yg katanya penuh dg nilai-nilai luhur ….tapi kemudian…beberapa tahun kemudian setelah kitab itu diterbitkan sang pangeran tampan dari keluarga sultan yg memiliki perkongsian kereta kencana menjadi gossip tentang adanya kedekatan dg pesinden yg kondang dengan segala rupa gossip daripada sindenannya yg jauh dari merdu (anda inget tembangnya yg paling jawara?ndak ada to), dan ternyata memang bukan gossip, pesinden itu memang “mistress” –nya, Waduh eyang nilai-nilai luhurnya kemana itu baru salah satu pangeran belum saudara2nya…walah kok ini jadi kayak keluarga dari kerajaan alengka yah.


Eyang gentolet ini memang pandai bersilat lidah dan berstrategi termasuk dg menerbitkan kitab tersebut, sudah ah saya tak mau bergosip lagi tentang  beliau, dinasti beliau dan sekutu2nya, yang ingin saya tanyaken adalah apakah sodara punya buku itu?saya punya (memang saya orang aneh)


Ojo mung ngegungke duwe pangkat lan duwe bondho, jalaran pangkat lan bondho iku mau biso sirna sadurunge siro praloyo (Tanyaken..apa?)



0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home